
Wajah Peradilan Kita
Konstruksi Sosial tentang Penyimpangan, Mekanisme Kontrol dan Akuntabilitas Peradilan Pidana
Peradilan adalah wilayah multitafsir: setiap orang yang terlibat di dalamnya ikut membangun realitas peradilan. Dalam proses penafsiran itu situasi chaos tidak terhindarkan. Peraturan perundang-undangan, yang semestinya menjadi alat pengendali, dalam kenyataannya lebih sering disimpangi bahkan ditinggalkan, sehingga yang dominan justru permainan masing-masing penafsir.
Bagaimana peradilan menciptakan kontrol dalam proses pemeriksaan, dan bagaimana masyarakat semestinya mengontrol peradilan agar menjadi birokrasi yang akuntabel, adalah substansi utama buku ini. Pembentukan kontrol dapat bergerak ke arah negatif maupun positif, atau keduanya bercampur dan tumpang tindih. Peradilan pidana sebagai konstruksi sosial menggambarkan bagaimana proses peradilan dibentuk oleh para aktornya: apakah ia bergerak makin sehat dan masih menyisakan harapan, atau sebaliknya?
- Penerbit
- Refika Aditama, Bandung
- Tahun
- 2004
- ISBN
- 979-3304-10-3
- Halaman
- 169
